Langsung ke konten utama

Admin WhatsApp Bisa Ditangkap

Beberapa waktu lalu seorang admin WhatsApp di India ditangkap polisi, lantaran di grup yang dibuat dan dikelolanya, beredar gambar yang dinilai menghina Perdana Menteri India, Narendra Modi. Apakah kasus serupa bisa terjadi di Indonesia?

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, menuturkan bahwa hal semacam itu dimungkinkan dapat terjadi di Indonesia. Namun jalur kasusnya berbeda.

"Sebetulnya admin dari group (WhatsApp cs) sekarang kalau mau dikenakan, sebenarnya bisa tapi jalurnya tidak hanya dari UU ITE, jalurnya semacam pengaduan," ujarnya ditemui di sela-sela acara Ericsson Smartnovation Indonesia Hackathon 2017 di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

"Misalnya dari kelompok ini ada grup isinya 100 (orang), ada adminnya, salah satu anggotanya merasa bahwa ini gak bener, mengadukan. Kan pasal 27 ayat 3 isinya tentang pencemaran nama baik, maka deliknya harus delik aduan," tuturnya.

Rudiantara menambahkan setelah ada aduan, nanti pihak kepolisian yang menindaklanjuti kemudian bekerja sama dengan Kominfo.

"Yang pasti untuk ujaran kebencian di pasal 27 ayat 3 sekarang harus (lewat) delik aduan," sebutnya.

Ia pun kembali menjelaskan bila ada yang melaporkan ke pihak kepolisian karena admin Group aplikasi pesan instan tersebut membiarkan adanya ujaran kebencian terus-menerus, maka itu bisa diproses.

"Itu untuk pasal 27 ayat 3, kalau untuk seperti pornografi itu gak perlu delik aduan," ucapnya

sumber :  klik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Geng Motor di Jabodetabek yang Meresahkan

Mencekam , itulah yang sedang dirasakan warga Jatiwaringin Pondok Gede dan Lenteng Agung minggu beberapa waktu ini karena aksi main bacok dari geng motor yang membabi buta.   "Dari hasil penangkapan oleh Polisi, Ormas dan masyarakat setempat didapat motor 20 unit, senjata tajam 15 buah, dan mengamankan pemuda Tambun 40 orang dan Pondok Gede 8 orang," ucap salah satu Polisi yang bertugas di Pondok Gede. Saksi peristiwa penyerangan geng motor di Jatiwaringin jelas banget menceritakannya. Penyerangan dilakukan Minggu lalu subuh dini hari. "Pada hari Minggu Minggu (21/50) jam 04.15 WIB subuh massa dari Tambun Selatan, Geng 45 tambun diperkirakan 120 orang dengan menggunakan motor dari Tambun Selatan menuju Taman Mini. Mereka melalui Tambun Selatan, Sumber Arta Bekasi masuk Jatibening keluar jalan setia keluar Jatiwaringin Kecamatan Pondok Gede belok kiri menuju arah  pasar Pondok Gede. 6 motor  berhenti di pom bensin untuk mengisi bensin dan sebagian...

3.000 Ojek Daring Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Sebanyak 3.000 pengemudi ojek online atau dalam jaringan (daring) dari 26 komunitas mendaftarkan diri di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) cabang Salemba, Jakarta. "Kami dari Bikers Online Indonesia (BOI) sekalian buka bersama ini ingin bersama mendaftarkan kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan mengingat pekerjaan kami penuh risiko di jalanan," kata Ketua komunitas BOI Syamsul Arif kepada Antara di Jakarta, Sabtu (10/6/2017). Syamsul mengatakan banyak teman-teman dan anggota komunitasnya belum memahami tawaran fasilitas program BPJS-TK. Oleh karena itu dirinya ingin bersama-sama memberikan sosialisasi satu sama lain agar memahami manfaatnya. Menurutnya, beberapa teman atau anggota sudah mendapatkan klaim dari BPJS-TK ketika mengalami musibah di jalan, dan hal tersebut meringankan beban dari pengemudi dan keluarganya. "Kalau komunitas kami totalnya ada lebih dari 3.000. Namun hari ini yang datang, paling sekitar 100-an sebab tidak mungk...

Merasa di tipui oleh gojek indonesia, Saldo Rp. 3.076.328 Angus kena Pinalti

Berikut catat bro Faqihuddin Fadhlan Panjaitan Di FB : Mohon di viralkan... Saya seorang driver gojek. Pada tgl 3 juni 2017 sekitar jam 8 pagi ingin ngebit tiba2 akun saya tidak bisa di buka. Dan pada tgl 5 juni 2017 saya mendatangi kantor operasional di tmpt saya tinggal dan keteranagan nya saya kena suspen jam 6 pagi tgl 3 juni 2017 nya akan tetapi pihak gojek tidak bisa memberikan kenapa saya di suspen yg ada hanya anjuran banding yg di tawarkan ke saya.. Dan tadi tgl 9 juni 2017 saya kembali mendatangi kantor gojek setelah se lian lama antri tibalah giliran saya dan pihak gojek menanyakan nomor telpon saya yg terdaftar.setelah itu pihak gojek langsung menanyakan mana atribut gojek saya,dan saya pertanyakan kenapa ,pihak gojek bilang saya putus mitra karna banding saya di tolak dan kena pinalti sisa saldo.... Yg saya tidak terima nya saya tannyakan kenapa saya di putus mitra pihak gojek tidak bisa menerangkan secara jelas.,di putus mitra karna alasan tidak jela...